Tips Membeli Rumah Pertama

Apakah Anda memiliki rencana untuk segera memiliki rumah pribadi? Apakah Anda tahu cara yang tepat dalam memilih rumah sebelum memutuskan untuk membelinya? Apalagi rumah ini adalah rumah pertama Anda. Lantas, apakah Anda sudah tahu sistem pembayaran seperti apa yang akan Anda pilih dan bagaimana prosedurnya? Memutuskan untuk membeli rumah bukan lah perkara yang mudah. Banyak hal yang harus dipersiapkan dan dipertimbangkan secara matang.

Berikut tips membeli rumah idaman Anda:

Pilih Lokasi

Samasta Citayam 2
Rumah desain Scandinavia di Citayam. Hanya berlokasi 3 km dari Stasiun Citayam

Lokasi merupakan faktor paling penting yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan membeli rumah.

Ingat! Pilihlah lokasi yang dekat dengan tempat Anda beraktivitas sehari-hari. Jika Anda seorang karyawan, pilihlah lokasi yang dekat dengan kantor Anda atau setidaknya memiliki akses yang mudah dari dan menuju kantor. Jangan salah memilih ya, bukan rumah yang dekat dengan tempat tinggal Anda saat ini. Karena nantinya, rumah yang akan Anda beli inilah yang akan menjadi hunian Anda.

Selain itu, bagi Anda yang sudah berkeluarga ada tambahan pertimbangan lain. Carilah rumah yang dekat dengan sekolah anak atau setidaknya dekat dengan sekolah dan rumah sakit. Jika budget yang Anda miliki belum mencukupi, carilah rumah yang bisa ditempuh dengan kendaraaan pribadi maksimal 20 menit ke lokasi tersebut.

Selain sebagai hunian, rumah atau properti juga merupakan investasi jangka panjang. Carilah lokasi yang memiliki prospek berkembang lebih cepat. Bagaimana cara mengetahuinya? Carilah lokasi yang dekat dengan akses angkutan umum seperti angkot, commuterline, rencana toll, dll

Siapkan Dana

Sebagai calon pembeli, Anda harus jeli mengenai biaya yang perlu Anda keluarkan. Untuk sebagian orang, biaya awal yang perlu dikeluarkan sering kali mengejutkan karena jumlahnya yang besar.

Berikut biaya yang perlu Anda keluarkan saat membeli rumah:

  • Uang Tanda Jadi atau yang sering juga disebut sebagai Booking Fee – Merupakan uang yang perlu Anda keluarkan pertama kali sebagai bukti keseriusan Anda membeli rumah. Besarnya booking fee ditentukan berbeda oleh masing-masing developer. Dengan membayar booking fee berarti Anda berhak untuk memilih unit dan kavling yang Anda mau. Booking fee umumnya bersifat non-refundable atau tidak bisa dikembalikan. Jadi, sebelum Anda membayar booking fee pastikan Anda sudah benar-benar suka dengan perumahan dan lokasi yang Anda pilih
  • Uang Muka atau Down Payment (DP) – Sebelum berkas-berkas KPR Anda mulai diproses di bank Anda wajib melunasi uang muka. Besarnya uang muka umumnya sebesar 10% dari harga untuk rumah primary/baru dan 20% – 50% untuk rumah secondary/bekas.

Cari Tahu History Developer

Umumnya pembelian rumah bersifat indent atau rumahnya belum tersedia, masih berupa lahan kosong. Desain serta fasilitas-fasilitas pendukungnya pun masih sebatas rencana dalam brosur. Untuk itu, penting bagi Anda sebagai pembeli rumah pertama mengetahui lebih dalam mengenai track record pengembang rumah Anda. Tanyakan apa nama perusahaannya. Sudah berapa banyak proyek yang ditangani, jika memungkinkan datanglah survey ke proyek sebelumnya developer tersebut. Ini bertujuan untuk Anda mengetahui bagaimana kelak kualitas bangunan yang akan Anda dapat dan juga untuk menghindari Anda dari penipuan.

Tidak ada salahnya untuk lebih hati-hati dan selektif, bukan?

Periksa Harga Pasaran

Sebagai calon pembeli rumah pertama, Anda pasti tidak mengetahui range harga pasaran rumah saat ini. Untuk itu, jangan mudah tergiur dan berpikir pendek dan langsung mengambil properti yang pertama Ada lihat. Lakukan cek harga rumah di sekitar baik secara online dan offline.

Ingat! Layaknya membeli barang, harga pasti akan selalu mengikuti kualitas. Lokasi, desain, dan bahan bangunan yang digunakan turut andil dalam menentukan harga properti. Lakukan perbandingan yang apple to apple

Cek Fasilitas yang Tersedia

Rumah yang akan Anda beli, nantinya merupakan tempat Anda tinggal, tempat Anda membangun keluarga, tempat Anda membesarkan anak-anak. Jadi, sebaiknya Anda sudah mengetahui jelas fasilitas-fasilitas apa saja yang ada di dalam dan di sekitar perumahan.

Fasilitas intern meliputi tempat ibadah, tempat olahraga, taman bermain, infrastruktur yang memadai, gerbang perumahan, dll. Sedangkan fasilitas ekstern merupakan fasilitas lain yang letaknya tidak jauh dari lokasi perumahan seperti minimarket, sekolah, rumah sakit, pasar, tempat rekreasi, dll

Pengajuan Pinjaman KPR

Sistem pembelian rumah yang paling umum adalah melalui pinjaman bank atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dengan adanya KPR, masyarakat dimudahkan untuk memiliki rumah. Karena tidak perlu menyiapkan banyak uang karena bisa dicicil. Bahkan saat ini ada banyak perumahan yang menyediakan sistem KPR tanda DP. Hanya dengan membayar booking fee Anda langsung memiliki rumah.

Untuk pembelian rumah baru/primary umunya pengembang sudah bekerjasama dengan bank tertentu, Anda tidak perlu lagi repot-repot mencari bank yang bisa diajak kerjasam untuk proses KPR ruamh tersebut. Sedangkan untuk pembelian rumah bekas/secondary Anda bisa memilih sendiri bank yang Anda mau.

Pilih Tenor yang Sesuai

Setelah Anda memilih bank yang sesuai. Anda dapat menentukan tenor atau jangka waktu pelunasan rumah Anda. Terdapat beragam tenor yang ditawarkan bank, mulai dari 5 hingga 30 tahun. Besarnya tenor pinjaman selain dilihat berdasarkan umur juga berdasarkan penghasilan. Semakin muda calon debitur, jangka waktu peminjaman bisa semakin lama yang berarti cicilan bulanan yang semakin ringan. Sebaliknya, calon debitur yang semakin berumur mengakibatkan jangka waktu peminjaman semakin sempit yang berarti cicilan bulanan semakin besar dan memberatkan. Hal ini dikarenakan, bank akan menghitung umur produktif Anda sebagai calon debitur. Usia pensiun karyawan swasta adalah 55 tahun

Periksa Surat Pembelian Tanah

Anda wajib mengetahui status tanah unit rumah yang akan Anda beli. Apakah sudah Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), atau sekedar girik. Anda bisa menanyakan langsung ke marketing rumah tersebut. Pastikan juga sudah memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)

Ingat! Syarat rumah yang bisa KPR melalui bank hanya untuk tanah dengan sertifikat SHM atau SHGB serta sudah memiliki IMB

Siapkan Biaya Tambahan

Griya Kencana Asri
Rumah ready siap huni hanya 2 km dari Stasiun Cilebut. Cukup 3 juta tanpa biaya lain-lain

Bagi Anda calon pembeli rumah, khususnya pembeli rumah secondary Anda perlu mengenal biaya-biaya tambahan berikut. Karena umumnya pembeli rumah baru, biaya-biaya berikut langsung dibayar pengembang

  • Biaya Appraisal atau Biaya Survei Aset Properti merupakan biaya yang perlu Anda keluarkan atas pengecekan sertifikat tanah dan harga jual unit rumah. Besarnya biaya appraisal disesuaikan dengan harga pasar yang berlaku, sekitar Rp. 300.000 – Rp. 750.000
  • Biaya Provisi Bank, sebesar 0,5% – 1% dari total pinjaman
  • Biaya Administrasi Bank, sebesar Rp. 250.000 – Rp. 500.000
  • Biaya Asuransi, asuransi jiwa 1% – 2% dari total pinjaman dan asuransi kebakaran (1% dari total pinjaman)
  • Biaya Notaris, untuk membeli rumah Anda pasti akan menggunakan jasa notaris untuk mengurus berbagai macam surat-surat serta akta jual beli. Biaya jasa notaris ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda sebagai calon pembeli.
  • Biaya Pajak, meliputi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) besarnya sekitar 5% x (harga jual – Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak / NJOPTKP). Besaran NJOPTKP pun berbeda-beda sesuai ketentuan pemerintah setempat.

Jadwal Serah Terima Unit

Setelah seluruh proses selesai, jangan lupa untuk menanyakan jadwal serah terima ke pengembang. Tanyakan juga apabila terjadi keterlambatan atau ketidaksesuaian, kebijakan apa yang berlaku serta konsekuensi apa yang akan diterima oleh pengembang.

Please follow and like us:
error

Author: RudiHutabarat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *